UE Sepakati Sanksi untuk Pengguna Senjata Kimia

Bendera Uni Eropa. (Foto: AFP)

Brussels: Jajaran Menteri Luar Negeri Uni Eropa menyepakati penjatuhan sanksi terhadap siapapun di seluruh dunia yang menggunakan senjata kimia. Sanksi ini dapat berupa pembekuan aset, visa dan larangan bepergian ke wilayah UE.

“Individu atau entitas di dalam UE dilarang menyediakan dana kepada pihak yang terkena sanksi,” ujar pernyataan gabungan organisasi tersebut, seperti dilansir dari kantor berita UPI, Senin 15 Oktober 2018.

Pengumuman UE muncul menyusul adanya sejumlah tuduhan bahwa Suriah menggunakan senjata kimia serta kasus mantan agen Rusia Sergei Skripal dan putrinya, Yulia, yang terkena racun syaraf di Inggris pada Maret.

Baca: PM Inggris: Serangan ke Suriah untuk Hancurkan Senjata Kimia

London dan sejumlah negara sekutunya menuduh pemerintah Rusia berada di balik kasus Skripal. Moskow dengan tegas membantahnya. Sebuah kerangka resolusi mengenai kesepakatan tersebut akan dihadirkan dalam Konferensi Tingkat Tinggi UE di Brussels pada Rabu mendatang.

“UE akan memulai proses membuat daftar individu atau entitas yang relevan (dengan penggunaan senjata kimia),” tulis di kerangka resolusi itu.

KTT UE juga akan membahas daftar sanksi terkait serangan di dunia maya. Pembahasan sanksi ini muncul usai Inggris dan Belanda menuduh beberapa agen Rusia berusaha meretas Organisasi Pelarangan Senjata Kimia (OPCW) pada April lalu.

“Untuk memperkuat ketahanan UE terhadap serangan siber, negosiasi untuk semua proposal keamanan siber harus diselesaikan sebelum penetapan resolusi,” tulis di kerangka tersebut.

(WIL)