Film Milly & Mamet Bikin Hubungan Ernest Prakasa dan Istri Diuji

JAKARTA – Komika sekaligus sutradara, Ernest Prakasa mengajak serta sang istri, Meira Anastasia, untuk menjadi sutradara dalam film terbarunya bertajuk Milly & Mamet. Film yang dijadwalkan tayang pada 20 Desember 2018 ini bahkan sudah mulai mengeluarkan teaser kedua serta poster film pada hari ini, Senin (15/10/2018) disalah satu resto di kawasan Sarinah, Jakarta Pusat.

Dalam proyek yang dikerjakan keduanya, Meira mengaku bahwa salah satu hal yang paling ia ingat saat bekerja sama dengan sang suami ialah pertengkaran. Bahkan pertengkaran keduanya menjadi salah satu hal yang hampir membuat pernikahan keduanya terancam.

BERITA TERKAIT +

(Baca Juga: Roro Fitria Histeris dan Pingsan Dengar Kabar Ibu Meninggal Dunia)

(Baca Juga: Tampil Seksi di Nusa Penida, Cassandra Lee Malah Disebut Mirip Lelaki)

Ernest

“Jadi co-director itu lah pernikahan kami di uji. Benar-benar beda banget. Nulis skrip jarang berantem. Ketika co director, pressure besar banget,” ujar Meira Anastasia, selaku pendamping sutradara dalam filn Milly & Mamet, saat ditemui dalam perilisan teaser dan poster, di kawasan Sarinah, Jakarta Pusat, Senin (15/10/2018).

“Ini film pertama Ernest yang direct sendiri aku cuma kasih masukan mengenai skrip, kita belajar lagi dalam satu hubungan untuk bekerja lagi di garis yang berbeda. Seru ada nangis, berantem, dan lain-lain,” sambungnya.

Bagi Meira, pernikahan mereka yang sudah berjalan 10 tahun nampak diuji saat dirinya diharuskan untuk bekerja sama dalam film yang dibintangi Sissy Prescillia, Dennis Adishwara, hingga Roy Marten. Namun, setelah pertengkaran hebatbtersebyt terjadi, ibu dari Sky dan Snow merasa hubunhannya dengan sang suami menjadi naik kelas.

“Pas baikan, yah kita naik kelas lah. Karena kerjasama sangat intens dan capek, syuting dari pagi sampai malem banget. Keduanya sudah capek dan sering ada presure juga. Pernikahan kami di uji,” tutur Meira.

Meira menambahkan bahwa dirinya mengaku sering kali menangis saat bekerja sama dengan suaminya, hingga ia bingung harus mengadu kepada siapa. Namun, Ernest mengungkap bahwa kerja samanya dengan sang istri membuat film ini memiliki sentuhan rasa yang baik, lantaran semua efek visual dirancang dengan baik oleh ibu dua anak tersebut.

“(Nangis) Yang enggak kelihatan orang enggak kehitung. Jadi memang lagi preskon sering ditanya, gimana bekerjasama dengan suami saat menulis skrip? Enggak ada masalah karena visinya sama dan enggak pernah berantem. Itu saat penulisan skrip,” tutur Meira.

“Dia bilang, kalau diomelin orang ngadu ke kamu. Tapi kalau kamu yang marahin aku ngadu ke siapa gitu. Nah ini film pertama gue yang melibatkan Meira pertama kali, karena film ini sentuhannya berasa banget. Gue terus terang instingnya mati, jadi sentuhan visualnya diisi sama Mei,” tambah Ernest.

(aln)

BERITA FOTO