Inneke Koesherawati Ditahan karena Kasus Suap, Begini Kronologi

JAKARTA – Wakil ketua KPK, Laode Muhammad Syarif rupanya angkat bicara terkait operasi tangkap tangan (OTT) yang melibatkan aktris kawakan Inneke Koesherawati. Laode pun menceritakan kronologis terjadinya pengamanan yang dilakukannya di di Lapas Sukamiskin, Bandung, Jawa Barat pada Sabtu (20/7/2018) dinihari.

“Atas informasi dari masyarakat, tim menelusuri sejumlah informasi dan petunjuk hingga pada Jumat, 20 Juli 2018, tim KPK mengamankan WH (Wahid Husen), Kalapas Sukamiskin dan istrinya di kediamannya di Bojongsoang sekira pukul 22.15 WIB,” ujar Wakil Ketua KPK, Laode M. Syarief.

BERITA TERKAIT +

Keenam orang yang ditangkap diduga dalam kasus jual-beli’ izin dan ‘jual-beli’ kamar di dalam lingkungan Lembaga Pemasyarakatan. Fahmi Darmawansyah menyeret istri Inneke dalam kasus ini. Fahmi diduga menyuap Kalapas Sukamiskin untuk mendapatkan fasilitas. Inneke sendiri ditangkap di kediamannya di Jakarta.

Inneke Koesherawati

(Baca Juga: Ditahan KPK, Inneke Koesherawati Masih Berstatus Saksi)

(Baca Juga: 4 Tahun Kepergian Robin Williams, Anak Rindu Berat)

“Sedangkan di Jakarta, sekitar pukul 00.30 WIB tim menuju kediaman IK (Inneke Koesherawaty) di daerah Menteng dan mengamankannya sekira pukul 01.00 WIB,” sambungnya.

Empat tersangka dalam kasus ini adalah, Kalapas Sukamiskin, Wahid Husen; narapidana kasus korupsi proyek Bakamla yang juga suami Inneke Koesherawati, Fahmi Darmawansyah; PNS Lapas Sukamiskin, Hendri Saputra; serta narapidana tahanan kasus pidana umum yang juga orang kepercayaan Fahmi, Andri Rahmat.‎

Inneke Koesherawati

Sebagai pihak penerima suap, Wahid dan Hendry disangkakan melanggar Pasal 12 huruf a atau huruf b atau Pasal 11 atau Pasal 12B UU Nomor 31 Tahun 1999 tentang pemberantasan Tipikor sebagaimana telah diubah dengan UU Nomor 20 Tahun 2001 Juncto Pasal 55 ayat (1) ke-1 Juncto Pasal 64 ayat (1) KUHP.

Sedangkan sebagai pihak pemberi suap, Fahmi dan Andri disangkakan melanggar Pasal 5 huruf a atau huruf b atau Pasal 13 UU Nomor 31 Tahun 1999 tentang pemberantasan Tipikor sebagaimana telah diubah dengan UU Nomor 20 Tahun 2001 Juncto Pasal 55 ayat (1) ke-1 Juncto Pasal 64 ayat (1) KUHP. Inneke sendiri masih berstatus saksi hingga saat ini.

(aln)

sbobet indonesia bola online terbaik terbesar terpercaya indonesia resmi dan se asia dunia internasional